Kep. Selayar – Belum lama menerima amanah sebagai Kapolsek Bontomanai, IPTU Sudirman, S.H., langsung mengambil langkah awal dengan memimpin Analisis dan Evaluasi atau Anev Mingguan Kamtibmas bersama seluruh personel, Kamis (13/8/2026).
Bukan sekadar agenda rutin, Anev yang berlangsung di Mako Polsek Bontomanai sekitar pukul 09.00 WITA itu sekaligus menjadi ajang perkenalan, menyatukan langkah, dan membangun konsolidasi internal di awal kepemimpinannya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upayanya untuk mengenal lebih dekat personel sekaligus menyamakan persepsi mengenai pelaksanaan tugas di wilayah hukum Polsek Bontomanai.
Di hadapan personel, IPTU Sudirman menekankan bahwa setiap anggota harus memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing. Namun di atas pembagian fungsi tersebut, ia mengingatkan pentingnya kebersamaan dan saling mendukung dalam menjalankan tugas.
“Setiap anggota harus memahami tugas dan tanggung jawabnya serta saling mendukung dalam pelaksanaan tugas,” tegasnya.
Sudirman kemudian memberikan perhatian pada sejumlah fungsi yang menjadi ujung tombak pelayanan dan pemeliharaan keamanan di wilayah hukum Polsek Bontomanai.
Pada fungsi Reskrim, ia meminta penyelesaian perkara yang menjadi atensi terus ditingkatkan dengan tetap berpegang pada profesionalitas, transparansi dan ketentuan hukum yang berlaku.
Sementara kepada para Bhabinkamtibmas, ia meminta agar kehadiran polisi di tengah masyarakat semakin diperkuat. Pendekatan tidak hanya dilakukan ketika muncul persoalan, tetapi juga melalui deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Bhabinkamtibmas juga diminta melaporkan kegiatan setiap hari, baik pagi maupun siang. Laporan tersebut selanjutnya direkap oleh Kanit Binmas sebagai bahan laporan berbasis data, termasuk ketika terdapat kendala dalam penggunaan aplikasi.
Sudirman juga mendorong personel Binmas membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan keagamaan, termasuk mengupayakan pelaksanaan salat Jumat di masjid-masjid yang berada di wilayah binaan masing-masing.
Di sisi lain, penguatan deteksi dini menjadi perhatian khusus. Unit Intelkam diminta melakukan pemetaan terhadap wilayah yang rawan peredaran minuman keras.
Langkah tersebut dinilai penting karena peredaran dan konsumsi minuman keras menjadi salah satu faktor yang berpotensi memicu terjadinya gangguan kamtibmas di wilayah Kecamatan Bontomanai. Data dan pemetaan yang dilakukan diharapkan menjadi dasar analisis sekaligus pijakan dalam menentukan langkah pencegahan secara lebih tepat.
Kehadiran polisi dalam berbagai aktivitas masyarakat juga menjadi perhatian Kapolsek yang baru menjabat tersebut. Kanit Patroli diminta mengatur pola pengamanan berdasarkan kebutuhan dan tingkat kerawanan setiap kegiatan.
“Setiap kegiatan masyarakat yang membutuhkan kehadiran polisi agar diantisipasi dan diberikan pengamanan sehingga masyarakat merasa aman,” ujarnya.
Arah kepemimpinan tersebut sejalan dengan pesan yang disampaikan Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan saat upacara serah terima jabatan sehari sebelumnya.
Dalam amanatnya, Kapolres secara khusus meminta IPTU Sudirman untuk mempertahankan capaian kamtibmas yang telah ada di wilayah Bontomanai sekaligus terus meningkatkannya.
Kapolres juga menekankan pentingnya menjaga soliditas dengan TNI dan pemerintah kecamatan. Pesan tersebut menjadi bagian penting dari amanah yang kini diemban Sudirman, mengingat keberhasilan menjaga keamanan di wilayah bukan hanya bergantung pada kerja kepolisian, tetapi juga membutuhkan sinergi dengan seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat.
Bagi Sudirman, pesan tersebut kemudian diterjemahkan dalam langkah awalnya melalui konsolidasi internal dan penguatan fungsi masing-masing personel.
Di awal kepemimpinannya, ia juga menekankan pentingnya membangun sinergitas dengan TNI dan seluruh unsur terkait. Situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, menurutnya, membutuhkan kerja bersama dan komunikasi yang baik.
Menutup arahannya, Sudirman mengingatkan seluruh personel agar tidak ada kegiatan maupun persoalan masyarakat yang luput dari pemantauan. Setiap anggota diminta peka terhadap situasi di wilayahnya dan mampu merespons setiap potensi gangguan sejak dini.
Terkait penggunaan senjata api dalam pelaksanaan tugas pengamanan, ia menegaskan bahwa penggunaannya merupakan langkah terakhir dan harus dilakukan sesuai ketentuan hukum dan SOP, dengan tetap mengedepankan prinsip kebutuhan, proporsionalitas serta keselamatan.
Anev perdana tersebut menjadi langkah awal IPTU Sudirman dalam membangun kepemimpinannya di Polsek Bontomanai. Dari ruang konsolidasi internal itu, ia mulai menyatukan persepsi dan membangun komitmen bersama personel untuk menghadirkan pelayanan kepolisian yang lebih responsif di tengah masyarakat.
Amanah Kapolres, konsolidasi internal, penguatan deteksi dini, serta kedekatan dengan masyarakat menjadi fondasi awal yang ingin dibangun Sudirman.
Sebab, mengawali tugas sebagai Kapolsek bukan hanya tentang menempati sebuah jabatan, tetapi tentang memastikan seluruh personel bergerak dalam satu arah: hadir, peka, solid, dan bekerja untuk menjaga keamanan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat Bontomanai.
(HUMAS POLRES)
