SELAYAR – Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan, S.I.K., S.H., M.Tr.Mil., turun langsung memantau ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU milik para Agen Premium Minyak dan Solar (APMS) di wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar, Minggu (13/9/2026).
Monitoring yang berlangsung mulai pukul 14.30 Wita tersebut dilakukan Kapolres bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Kepulauan Selayar untuk memastikan kondisi stok dan distribusi BBM tetap berjalan normal di tengah perhatian masyarakat terhadap ketersediaan BBM.
Dari hasil pemantauan, masih terlihat antrean kendaraan di APMS Putriana Jaya Utama dan APMS PT Patra Utama Pertiwi Barugaia. Namun, antrean tersebut masih dalam batas normal dan proses pelayanan berlangsung aman serta kondusif.
Kapolres juga memastikan stok BBM di wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Berdasarkan data monitoring, stok di empat APMS tercatat masih tersedia, baik Pertalite, Bio Solar, Pertamax maupun Dexlite.
Di APMS Tanri Jaya Niaga, misalnya, tersedia 27.399 liter Pertalite, 15.529 liter Bio Solar, 8.520 liter Pertamax dan 2.701 liter Dexlite. Sementara di APMS PT Patra Utama Pertiwi Barugaia tersedia 27.916 liter Pertalite, 16.852 liter Bio Solar dan 12.726 liter Pertamax.
Adapun APMS Putriana Jaya Utama tercatat memiliki 29.628 liter Pertalite, 20.726 liter Bio Solar dan 14.826 liter Pertamax. Sedangkan APMS PT Patra Utama Pertiwi Jampea memiliki 17.826 liter Pertalite, 28.628 liter Bio Solar dan 17.111 liter Pertamax.
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Didid Imawan mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.
“Masyarakat kami imbau untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan normal. Tidak perlu melakukan panic buying karena berdasarkan hasil pemantauan, stok BBM masih mencukupi,” ujar Kapolres.
Kapolres juga meminta masyarakat yang mengantre agar tertib mengikuti jalur yang telah ditentukan untuk mencegah terjadinya keributan maupun konflik antarpengendara.
Selain itu, operator APMS diingatkan untuk tidak melayani pembelian menggunakan jerigen tanpa izin resmi maupun kendaraan dengan tangki yang telah dimodifikasi.
“Kami juga mengingatkan operator agar tidak memberikan pelayanan yang tidak sesuai ketentuan, termasuk kepada pembeli yang menggunakan jerigen tanpa izin resmi dan kendaraan dengan tangki yang sudah dimodifikasi,” tegasnya.
Kapolres menambahkan, masyarakat juga diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya, khususnya kabar yang dapat memicu kepanikan terkait kondisi stok BBM.
“Kami mengajak masyarakat tidak terpengaruh berita hoaks. Situasi distribusi BBM saat ini masih berjalan normal dan kami terus melakukan pemantauan,” katanya.
Monitoring yang berlangsung hingga pukul 16.20 Wita tersebut memastikan operasional APMS berjalan normal.
Distribusi BBM ke wilayah kecamatan kepulauan juga dilaporkan berjalan lancar, sementara antrean yang terjadi di sejumlah titik masih dalam kondisi aman dan terkendali.
Polres Kepulauan Selayar akan terus memonitor perkembangan ketersediaan dan distribusi BBM guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan aman, tertib dan sesuai ketentuan.
