Dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Soppeng menggelar Turnamen Esports Kapolres Soppeng Cup 2026 cabang permainan Mobile Legends. Kegiatan yang mengusung konsep kompetisi positif bagi generasi muda ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara dengan tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat.”
Turnamen yang berlangsung di Aula Mapolres Soppeng pada 23–24 Juni 2026 tersebut diikuti oleh 31 tim. Tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya minat generasi muda terhadap dunia esports sekaligus menjadi bukti antusiasme masyarakat dalam menyemarakkan peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga bertujuan mempererat hubungan antara Polri dan generasi muda melalui wadah yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan tren digital saat ini.
Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., menyampaikan bahwa penyelenggaraan turnamen esports merupakan bentuk dukungan Polri terhadap kegiatan positif yang mampu mengembangkan bakat, kreativitas, sportivitas, serta kemampuan kerja sama tim di kalangan generasi muda.
“Melalui turnamen ini, kami ingin menghadirkan ruang kompetisi yang sehat sekaligus memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat, khususnya generasi muda yang saat ini sangat dekat dengan dunia digital dan esports,” ujarnya.
Sebagai bagian dari seleksi menuju Kapolri Cup 2026, panitia menetapkan sejumlah persyaratan bagi peserta. Turnamen ini diperuntukkan bagi peserta berusia 16 hingga 22 tahun, dengan ketentuan peserta yang berusia di bawah 17 tahun wajib melampirkan surat izin orang tua atau wali. Setiap tim terdiri dari lima pemain inti dan hanya diperbolehkan melakukan pergantian satu pemain dengan syarat menyertakan surat sakit atau surat keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, setiap peserta hanya dapat terdaftar dalam satu tim dan tidak diperkenankan mewakili lebih dari satu Polres. Untuk menjaga semangat pembinaan dan pemerataan kesempatan, pemain yang pernah mengikuti kompetisi profesional tingkat MDL maupun MPL tidak diperbolehkan mengikuti turnamen ini.
Panitia juga mensyaratkan setiap tim memiliki minimal tiga pemain yang berdomisili di Kabupaten Soppeng, sementara seluruh anggota tim wajib berasal dari provinsi yang sama.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari seleksi menuju Kapolri Cup 2026, sehingga para peserta memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dan bersaing pada tingkat yang lebih tinggi.
Dengan hadiah total jutaan rupiah dan pendaftaran yang dibuka secara gratis, Turnamen Esports Kapolres Soppeng Cup 2026 diharapkan menjadi sarana pembinaan generasi muda yang produktif, berprestasi, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas.
