Di tengah hiruk-pikuk aktivitas masyarakat yang menikmati suasana Car Free Day (CFD) di Lapangan Syekh Yusuf, Minggu (9/8/2026) pagi, kehadiran polisi tidak hanya terlihat melalui pengaturan arus lalu lintas.
Di sela-sela pelaksanaan pengamanan dan pengaturan lalu lintas (Pamturlalin), Kasat Lantas Polresta Gowa AKP Hasan Fadhlyh, S.H., justru menyempatkan diri turun dan menyapa masyarakat yang sedang beraktivitas di kawasan CFD.
Dengan senyum dan sapaan sederhana, AKP Hasan Fadhlyh berinteraksi langsung dengan warga. Sesekali ia berbincang ringan, memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman menikmati suasana pagi bersama keluarga.
Momen tersebut menjadi gambaran bahwa tugas kepolisian tidak semata-mata menjaga kelancaran lalu lintas, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat melalui komunikasi yang hangat dan humanis.
“Di tengah pelaksanaan tugas pengamanan, kami juga ingin memastikan masyarakat merasa nyaman. Kehadiran polisi bukan hanya untuk mengatur lalu lintas, tetapi juga untuk menyapa, mendengar dan berkomunikasi langsung dengan masyarakat,” ujar AKP Hasan Fadhlyh.
Menurutnya, CFD merupakan ruang publik yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat. Karena itu, kehadiran personel Polresta Gowa diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat.
“Kami ingin masyarakat melihat polisi sebagai bagian dari mereka. Ketika masyarakat nyaman menyapa dan berkomunikasi dengan polisi, di situlah kepercayaan akan tumbuh,” tambahnya.
Sementara itu, personel Satuan Lalu Lintas Polresta Gowa tetap melaksanakan pengaturan di sejumlah titik untuk menjaga kelancaran arus kendaraan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat yang berjalan kaki, berolahraga maupun menikmati CFD bersama keluarga.
Bagi Polresta Gowa, pengamanan CFD bukan sekadar memastikan lalu lintas tetap tertib. Lebih dari itu, setiap kehadiran personel di tengah masyarakat menjadi ruang untuk menghadirkan sosok polisi yang dekat, ramah dan siap memberikan pelayanan.
Humas Polresta Gowa
