Hari Kesaktian Pancasila Bripka Amirullah melakukan Sunat Gratis Kepada Anak Yatim dan Keluarga Pra-sejahtera di Kab. Takalar

Hari Kesaktian Pancasila Bripka Amirullah melakukan Sunat Gratis Kepada Anak Yatim dan Keluarga Pra-sejahtera di Kab. Takalar

Hari Kesaktian Pancasila Bripka Amirullah melakukan Sunat Gratis Kepada Anak Yatim dan Keluarga Pra-sejahtera di Kab. Takalar

Hari Kesaktian Pancasila adalah hari peringatan kedudukan Pancasila sebagai satu-satunya pandangan hidup yang mempersatukan seluruh negara, bangsa, dan rakyat Indonesia.

Hal ini perlu diperingati setiap tahunnya pada tanggal 1 oktober karena Indonesia pernah memiliki catatan sejarah kelam di masa lalu di mana ada kelompok tertentu yang ingin menggantikan Pancasila sebagai ideologi bangsa.

Salah satunya PKI yang dipimpin oleh Dipa Nusantara Aidit alias D.N Aidit. Kala itu, PKI ingin mengganti ideologi bangsa Indonesia dari nasionalisme sesuai nilai Pancasila menjadi komunisme.

Selain itu, Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi peringatan atas gugurnya beberapa anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dalam usaha mempertahankan Pancasila.

Kala itu, mereka menjadi korban pemberontakan yang dilakukan PKI. Aksi itu dikenal sebagai Gerakan 30 September PKI alias G30S PKI.

Hari Kesaktian Pancasila diperingati melalui berbagai kegiatan yang memiliki makna penting untuk mengenang peristiwa bersejarah tersebut dan menghormati para korban. Adapun kegiatan yang umum dilakukan untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila antara lain, upacara bendera, doa bersama, diskusi atau seminar.

Namun ada seorang anggota Polri Personil uryankes Biddokkes Polda Sulsel punya cara sendiri untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Dia adalah Bripka Amirullah,
selain berprofesi sebagai Polisi juga berprofesi sebagai Perawat.

Dihari Kesaktian Pancasila 1 oktober 2023 Bripka Amirullah bersama teman sejawatnya Asbar Jaya Perawat RSUD H. Padjonga Dg Ngalle Takalar melakukan Sunat Gratis kepada 2 orang anak keluarga Pra-sejahtera di Kab. Takalar.

Maulana Muhtar (12) anak dari pasangan Pak Muhtar dg kilo (51) dan St. Jumriah Hasbi dg siang (50) mereka masih tinggal numpang di rumah keluarga di Jl. H. Abd. Wahab Dg Ngerang kel. Pattallassang Kec. Pattallassang, Pak Muhtar bekerja sebagai tukang service jam tangan di Pasar Pattallassang

Yang kedua Putra Pratama (11) anak yatim, Putra tinggal bersama ibu dan neneknya di kelurahan Takalar Lama, bapaknya meninggal saat putra masih berumur kurang lebih 3 tahun.

Bripka Amirullah mengatakan “Kegiatan ini dilakukan agar bisa ikut andil dalam memeriahkan Hari Kesaktian Pancasila dan mengenalkan kepada anak-anak sejarah Hari Kesaktian Pancasila sebagaimana ungkapan Bung Karno Presiden Pertama yang mengatakan Jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jas Merah)”.

Exit mobile version