MAKASSAR – Aksi saling serang antar kelompok terjadi di Jalan Bitowa Raya, tepatnya di depan gerbang Kompleks Aditarina, Kelurahan Bitowa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Rabu (9/9/2026).
Peristiwa tersebut sempat membuat akses Jalan Bitowa Raya tertutup dan mengganggu arus lalu lintas.
Dalam kejadian itu, empat orang dilaporkan mengalami luka akibat terkena anak panah. Dua unit sepeda motor juga dilaporkan dibakar massa.
Situasi mulai memanas sekitar pukul 10.00 Wita. Sejumlah warga Kompleks Aditarina menutup akses jalan menggunakan balok, kayu, dan bambu setelah menerima informasi mengenai rencana kedatangan sekelompok massa yang disebut akan melakukan pemasangan papan bicara di sekitar kompleks. Kondisi kemudian semakin tidak kondusif.
Warga yang melintas diarahkan untuk berbalik, sementara sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi diminta meninggalkan kawasan tersebut.
Personel Polsek Manggala yang tiba di lokasi langsung melakukan pemantauan dan pengamanan. Untuk mencegah meluasnya gangguan keamanan, Kapolsek Manggala Kompol Semuel To’Longan, S.H., M.H., M.Si., memerintahkan personel melakukan pengalihan arus lalu lintas di sejumlah titik, di antaranya pertigaan Jalan Ujung Bori, Antang, dan Pannara.
Pengalihan dilakukan agar kendaraan tidak memasuki kawasan yang berpotensi menjadi lokasi bentrokan.
Sementara personel lainnya tetap melakukan pemantauan sambil menunggu perkuatan dari Polrestabes Makassar.
Sekitar pukul 11.30 Wita, bentrokan kembali terjadi di kawasan sekitar Waduk Tunggu Pampang. Massa dari kedua kelompok dilaporkan saling serang menggunakan batu, anak panah, dan petasan.
Situasi kembali memanas sekitar pukul 12.30 Wita ketika terjadi aksi saling serang antara warga Bitowa Lama dengan kelompok massa yang datang dari arah Kelurahan Borong.
Menyikapi situasi tersebut, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana, S.H., S.I.K., M.Si., bersama personel tiba di lokasi.
Personel gabungan kemudian melakukan langkah pengamanan dengan membubarkan massa yang terlibat bentrokan serta membuka kembali akses Jalan Bitowa Raya yang sebelumnya ditutup.
Kapolrestabes Makassar juga memberikan imbauan langsung kepada warga Kompleks Aditarina agar tidak terpancing situasi dan kembali ke dalam kompleks.
“Kami mengimbau seluruh warga untuk tetap tenang dan tidak terpancing provokasi. Jangan melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi. Persoalan ini kami tangani dan kami meminta masyarakat menyerahkan penanganannya kepada kepolisian,” tegas Kombes Pol. Arya Perdana.
Ia menambahkan, kehadiran personel kepolisian di lokasi merupakan langkah untuk memastikan keamanan masyarakat serta mencegah terjadinya bentrokan susulan.
“Yang paling utama adalah menjaga keselamatan masyarakat dan memastikan situasi kembali aman. Kami akan melakukan pemantauan serta mengambil langkah sesuai ketentuan apabila ditemukan pihak-pihak yang melakukan pelanggaran hukum,” ujarnya.
Sekitar pukul 13.10 Wita, situasi di sekitar Kompleks Aditarina mulai terkendali. Akses Jalan Bitowa Raya yang sebelumnya tertutup kembali dibuka dan arus lalu lintas berangsur normal.
Dalam kejadian tersebut, empat orang dilaporkan mengalami luka akibat terkena anak panah.
Dua unit sepeda motor juga dilaporkan dibakar dalam aksi kericuhan.
Hingga sore hari, personel gabungan Polsek Manggala dan Polrestabes Makassar masih disiagakan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi susulan.
