Perkuat Sinergitas, Kapolres Luwu Silaturahmi Bersama Warga Walenrang dan Lamasi

LUWU — Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo, S.H., S.I.K., M.Si., bersama jajaran pejabat utama Polres Luwu melaksanakan kunjungan silaturahmi bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh pemuda se-Kecamatan Walenrang dan Lamasi, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kediaman Wakil Bupati Luwu, Bukit Indah Walmas, tersebut menjadi momentum memperkuat komunikasi dan sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Luwu.

Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu, S.H., menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai silaturahmi secara langsung antara jajaran kepolisian dengan pemerintah dan masyarakat di wilayah Walenrang-Lamasi penting dilakukan untuk memperkuat koordinasi sekaligus mendengarkan secara langsung berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.

“Ini merupakan silaturahmi yang sangat baik. Apa yang menjadi persoalan di masyarakat dapat kita bicarakan bersama dan dicarikan solusi. Pemerintah daerah tentu sangat mengapresiasi langkah Kapolres Luwu yang hadir langsung bertemu dengan pemerintah kecamatan, desa, dan masyarakat,” ujar Wakil Bupati Luwu.

Menurutnya, pembahasan mengenai kondisi sosial dan potensi konflik di wilayah Walenrang-Lamasi sebelumnya juga telah disampaikan dalam kunjungan Kapolres Luwu ke ruang kerja Wakil Bupati Luwu. Dalam pertemuan tersebut, keduanya telah membicarakan rencana Kapolres untuk turun langsung ke wilayah Walenrang guna melihat kondisi sekaligus membahas berbagai persoalan sosial yang berkembang di daerah tersebut.

“Kami sebelumnya sudah membahas hal ini saat Bapak Kapolres berkunjung ke ruang kerja saya. Salah satu yang kami bicarakan adalah bagaimana kita bersama-sama melihat kondisi di Walenrang dan Lamasi, terutama terkait potensi konflik sosial. Karena itu, kami sangat mengapresiasi kunjungan ini,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah kepala desa dan perwakilan pemerintah kecamatan menyampaikan apresiasi terhadap kinerja personel Polsek Walenrang dan Polsek Lamasi dalam memberikan pelayanan serta menjaga situasi kamtibmas. Namun, keterbatasan jumlah personel menjadi salah satu perhatian yang disampaikan kepada Kapolres Luwu.

Kebutuhan penambahan personel di Polsek Walenrang dan Polsek Lamasi menjadi salah satu pembahasan yang cukup menonjol. Para kepala desa berharap dukungan personel dapat ditingkatkan sehingga pelayanan kepolisian kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang cukup luas, dapat berjalan lebih optimal.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Luwu menjelaskan bahwa keterbatasan personel merupakan kondisi yang telah menjadi perhatian sejak dirinya pertama kali menjabat sebagai Kapolres Luwu.

“Saat pertama kali saya tiba di Luwu, saya sudah mengetahui bahwa kondisi personel kita memang masih sangat kurang. Untuk itu, saya sudah menyampaikan dan mengajukan kebutuhan penambahan personel, baik secara administratif maupun secara lisan kepada pimpinan di tingkat Polda,” ujar Kapolres Luwu.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan personel merupakan bagian dari proses organisasi yang harus disesuaikan dengan kebijakan dan kebutuhan personel secara keseluruhan. Meski demikian, Polres Luwu tetap berkomitmen mengoptimalkan kekuatan yang ada agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan maksimal.

“Yang bisa kita lakukan saat ini adalah mengoptimalkan personel yang ada. Saya juga terus berkomunikasi dengan pimpinan terkait kebutuhan personel ini. Mudah-mudahan ke depan dapat terpenuhi secara bertahap sesuai kebutuhan dan kebijakan organisasi,” jelasnya.

Selain persoalan personel, forum silaturahmi juga membahas pentingnya penyelesaian persoalan di tengah masyarakat secara proporsional dan mengedepankan pendekatan restorative justice.

Kapolres Luwu menjelaskan bahwa restorative justice merupakan salah satu pendekatan dalam penanganan perkara tertentu dengan mengedepankan pemulihan keadaan, kepentingan korban, tanggung jawab pelaku, serta perdamaian, sepanjang memenuhi persyaratan dan ketentuan hukum yang berlaku.

“Tidak semua persoalan harus berakhir dengan pemidanaan. Dalam perkara tertentu, apabila memenuhi persyaratan, kita dapat mengedepankan restorative justice. Namun tentunya seluruh proses tetap harus sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku,” terang AKBP Andrias.

Pembahasan lainnya turut menyoroti persoalan kenakalan dan perkelahian antarpelajar yang dinilai dapat menjadi pemicu munculnya konflik di masyarakat. Untuk itu, diperlukan keterlibatan bersama antara kepolisian, pemerintah, pihak sekolah, orang tua, serta masyarakat dalam melakukan pencegahan dan pembinaan terhadap para pelajar.

Kapolres Luwu menegaskan bahwa menjaga kamtibmas bukan hanya menjadi tugas kepolisian, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

“Kami ingin membangun komunikasi yang terbuka dengan pemerintah dan masyarakat. Setiap persoalan yang ada di wilayah kita mari kita komunikasikan dan cari solusi bersama. Polres Luwu akan terus hadir memberikan pelayanan dan menjaga keamanan masyarakat,” tegasnya.

Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu, S.H., menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap sinergitas antara pemerintah daerah dan Polres Luwu terus diperkuat, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan serta menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.

Kegiatan silaturahmi tersebut turut dihadiri Kasat Binmas Polres Luwu AKP Petrus Sandalle, S.AN., Kasat Intelkam Polres Luwu AKP Sumarre Usman, R., S.H., Kapolsek Walenrang AKP Abdul Azis, S.H., Kapolsek Lamasi AKP Kawaru, serta Kasatpol PP Kabupaten Luwu Andi Ibrahim Sikki, S.STP.

Exit mobile version