Personel Polres Palopo Turun Langsung Bubarkan Aksi Tawuran di Buntu Datu

Palopo — Aksi tawuran antar kelompok pemuda kembali terjadi di Kota Palopo. Peristiwa tersebut berlangsung pada Senin, 4 Mei 2026 sekitar pukul 22.00 WITA di ruas Trans Sulawesi, Jalan Dr. Ratulangi Km 08, Kelurahan Buntu Datu, Kecamatan Bara.

Tawuran melibatkan kelompok pemuda dari Lingkungan Palangiran, Kelurahan Batu Walenrang, Kecamatan Telluwanua dengan kelompok pemuda Km 08, Kelurahan Buntu Datu, Kecamatan Bara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula dari adanya bunyi ledakan yang diduga berasal dari senjata rakitan jenis papporo sebanyak tiga kali di dalam dan depan lorong Lapas, Kelurahan Buntu Datu.

Bunyi tersebut kemudian memicu reaksi dari kedua kelompok pemuda hingga berujung bentrokan.

Kedua kelompok terlibat aksi saling serang menggunakan batu, busur, serta diselingi bunyi senjata rakitan dan petasan dari masing-masing pihak.

Sekitar pukul 22.10 WITA, personel Polsek Wara Utara yang dipimpin Kapolsek Wara Utara IPDA Robert Pakiding Sampeallo tiba di lokasi kejadian dan berupaya membubarkan massa.

Namun, upaya tersebut sempat tidak diindahkan oleh kedua kelompok yang masih terlibat saling serang.

Selanjutnya pada pukul 22.40 WITA, KA SPKT Polres Palopo bersama anggota piket yang dipimpin IPDA Juan Patrice Limbe turut tiba di lokasi untuk membantu pembubaran.

Meski demikian, kedua kelompok masih belum sepenuhnya membubarkan diri.
Situasi akhirnya berhasil dikendalikan setelah pada pukul 23.30 WITA, personel Polres Palopo yang dipimpin IPTU Suwadi turun langsung ke lokasi dan melakukan tindakan tegas untuk membubarkan kedua kelompok yang bertikai.

Dalam peristiwa tersebut, dilaporkan satu orang warga Kelurahan Buntu Datu mengalami luka terbuka pada bagian bahu kanan yang diduga akibat terkena senapan angin.

Pada pukul 00.10 WITA, situasi dinyatakan aman dan kondusif. Personel kepolisian masih disiagakan di lokasi guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan susulan.

Kapolsek Wara Utara, IPDA Robert Pakiding Sampeallo, menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah rawan konflik.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para pemuda, agar tidak mudah terprovokasi dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Kepolisian akan bertindak tegas terhadap setiap pelaku yang terlibat dalam aksi tawuran,” tegasnya.

Ia juga mengajak peran aktif orang tua dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif di wilayah Kota Palopo.***

Exit mobile version