Siaga Hadapi Karhutla, Kapolres Toraja Utara Pimpin Apel Gelar Pasukan

Mengantisipasi ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta dampak kekeringan, Polres Toraja Utara melaksankan Apel Gelar Pasukan dalam rangka kesiapan menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang digelar di Lapangan Apel Polres Toraja Utara, Selasa (11/08/2026) pagi.

Apel siaga ini dipimpin langsung oleh Kapolres Toraja Utara AKBP Yoseph Adi R. Sudrajat, S.H., S.IK., M.IK, dengan Perwira Apel Kabag Ops Kompol Gerianto Pabuang, S.H, serta Komandan Apel Ka SPKT Ipda Alex Parinding, S.H.

Selain jajaran Polres Toraja Utara, kegiatan strategis ini juga dihadiri oleh Bupati Toraja Utara Frederick Victor Palimbong, S.T., M.Ak., Dandim 1414/Tana Toraja yang diwakili Danramil 1414-02 Rantepao Kapten Arh. Jandry Benyamin, Kepala BPBD Paulus Batti’, Kepala Dinas Kesehatan dr. Remen Taula’bi, Dirut PDAM Moses Padsing Limbongan, S.S., dan Kasatpol PP Riantho Yusuf S.

Adapun peserta apel melibatkan prajurit Kodim 1414/Tana Toraja, personel Polres Toraja Utara (Satlantas, Satsamapta, Gabungan Staf, Satreskrim, Satintelkam, dan Bhabinkamtibmas), Satpol PP, BPBD, hingga Dinas Kesehatan Kabupaten Toraja Utara.

Dalam amanat Kapolda Sulsel yang dibacakannya, Kapolres Toraja Utara AKBP Yoseph Adi R. Sudrajat, S.H., S.IK., M.IK.menekankan tujuh poin penegasan utama yang wajib dijalankan oleh seluruh elemen terkait kesiapan menghadapai karhutla.

Dijelaskannya, lakukan deteksi dini dengan melakukan pemetaan komprehensif terhadap titik dan wilayah yang rawan terjadi Karhutla. Koordinasi lintas lembaga juga dinilai penting dengan membangun komunikasi intensif dalam mengantisipasi dampak kekeringan dan ancaman kebakaran.

Tak kalah pentingnya, lakukan pencegahan dan edukasi dengan menggiatkan sosialisasi serta penyuluhan kepada Masyarakat mengenai pengolahan dan pembukaan lahan tanpa cara membakar. Selanjutnya, Respon cepat hotspot dengan memastikan pengecekan langsung di lapangan begitu hotspot terdeteksi agar upaya pemadaman, dapat segera dilakukan.

Lakukan monitoring dan teknologi dengan mengoptimalkan patroli, pemantauan berkala, operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), dan tata kelola gambut guna mencegah meluasnya hotspot. Bangun posko terpadu dengan membentuk pos koordinasi bersama guna mempercepat respons di lapangan.

Terakhir, lakukan penegakan hukum dengan mengaitkan tindakan tegas berupa sanksi administratif hingga penegakan hukum pidana bagi pelaku usaha maupun perorangan yang nekat membuka lahan dengan cara membakar, terang Kapolres.

“Kunci keberhasilan penanganan Karhutla adalah sinergi dan kesiapan penuh. Kami meminta seluruh pihak untuk terus meningkatkan koordinasi intensif bersama instansi terkait demi memastikan Kabupaten Toraja Utara siap menghadapi Karhutla dan dampak kekeringan,” tutupnya.

(Humas Polres Toraja Utara Polda Sulsel)

Exit mobile version