LUWU – Memastikan kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi potensi bencana alam, Polres Luwu bersama TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait menggelar Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Alam Tahun 2026.
Kegiatan berlangsung di Lapangan Apel Mapolres Luwu, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Kamis (5/11/2026).
Apel tersebut dipimpin langsung Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo, S.H., S.I.K., M.Si., dengan Komandan Apel IPTU Syarifuddin, S.H.
Apel diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai unsur, di antaranya personel Polres Luwu, TNI Kodim 1403/Palopo, Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, Pemadam Kebakaran, Tagana, Dinas Kesehatan, serta perwakilan instansi terkait lainnya.
Turut hadir mewakili Bupati Luwu, Asisten I Ahyar Kasim, S.H., M.H., Wakil Ketua DPRD Kabupaten Luwu Andi Mammang, perwakilan Kejaksaan Negeri Luwu, perwakilan Pengadilan Negeri Belopa, Pabung Luwu Kapten CBA Sudirman, Wakapolres Luwu Kompol Misbahuddin, S.H., para pejabat utama Polres Luwu, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Luwu membacakan amanat Kapolda Sulawesi Selatan yang menekankan pentingnya kesiapan seluruh unsur, mulai dari personel, peralatan hingga koordinasi lintas sektoral dalam menghadapi potensi bencana alam.
Dalam amanatnya disampaikan, sepanjang 2025 tercatat 270 kejadian bencana alam di Sulawesi Selatan. Sementara pada 2026 hingga saat ini telah terjadi 129 kejadian, terdiri atas 48 tanah longsor, 47 angin puting beliung, dan 34 banjir. Data tersebut menjadi pengingat pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan secara terpadu.
Kapolda Sulsel juga menekankan enam langkah antisipasi, yakni pemetaan daerah rawan bencana, peningkatan edukasi kepada masyarakat, kesiapan personel dan sarana prasarana, penguatan koordinasi lintas sektoral, penyiapan posko bencana, serta penanganan secara menyeluruh mulai dari evakuasi hingga pemulihan pascabencana.
Dalam penegasannya, Kapolda mengingatkan bahwa kesiapsiagaan tidak boleh menunggu bencana datang. Setiap personel dan peralatan harus selalu siap digerakkan kapan pun dibutuhkan.
Usai pelaksanaan apel, sekitar pukul 08.30 WITA, Kapolres Luwu bersama unsur terkait melanjutkan kegiatan dengan meninjau gelar peralatan kebencanaan. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan dan kondisi perlengkapan yang akan digunakan dalam mendukung penanganan apabila terjadi bencana alam.
Melalui apel gelar pasukan dan peralatan ini, Polres Luwu menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi bersama TNI, pemerintah daerah, dan seluruh instansi terkait dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam di Kabupaten Luwu.
Kolaborasi dan kesiapan seluruh unsur diharapkan mampu mempercepat langkah penanganan, meminimalkan risiko, serta memberikan perlindungan dan keselamatan bagi masyarakat.
Sebab, kesiapsiagaan bukan dimulai ketika bencana datang, melainkan sejak seluruh unsur mempersiapkan diri untuk menyelamatkan sesama.
