LUWU – Mendukung upaya pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo, S.H., S.I.K., M.Si., menghadiri pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi Program Peningkatan Kompetensi Kejuruan Operator Dump Truck, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Luwu tersebut dibuka langsung oleh Bupati Luwu H. Patahudding, S.Ag., didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Dr. Muhammad Rudi, M.Si., serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Luwu. Kapolres Luwu turut didampingi Kasat Binmas AKP Petrus Sandalle.
Dalam sambutannya, Bupati Luwu menyampaikan bahwa pelatihan berbasis kompetensi tersebut merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi masyarakat pencari kerja agar memiliki keterampilan dan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri dan dunia usaha.
Menurutnya, Kabupaten Luwu memiliki potensi sumber daya alam serta peluang pengembangan di berbagai sektor, seperti pertambangan, perkebunan, dan konstruksi yang membutuhkan tenaga kerja terampil, termasuk operator kendaraan berat jenis dump truck.
Karena itu, pelatihan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk memasuki dunia kerja, meningkatkan daya saing, serta membuka peluang memperoleh pekerjaan yang lebih baik.
Keterlibatan Polres Luwu dalam program tersebut menjadi bagian dari sinergi lintas sektor, khususnya dalam memberikan pemahaman mengenai keselamatan berkendara, kedisiplinan, dan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas bagi calon operator kendaraan berat.
Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo menyampaikan bahwa upaya menekan angka pengangguran membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak, termasuk Polri. Menurutnya, peningkatan kompetensi masyarakat tidak hanya berdampak pada terbukanya peluang kerja, tetapi juga memiliki kaitan dengan upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Dengan adanya sinergi ini, kami berharap para peserta yang telah menyelesaikan pelatihan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan turut berkontribusi terhadap pembangunan daerah,” ujar Kapolres.
Ia juga menegaskan bahwa keterampilan teknis harus diimbangi dengan kedisiplinan serta pemahaman terhadap aspek keselamatan. Terlebih, pengoperasian kendaraan berat memiliki risiko tersendiri, baik di jalan umum maupun di kawasan industri.
“Penurunan angka pengangguran bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen, termasuk Polri. Kami berharap melalui pelatihan ini dapat tercipta tenaga kerja lokal yang terampil, kompeten, produktif, dan mampu bersaing,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa persoalan pengangguran dan situasi kamtibmas memiliki keterkaitan dalam aspek sosial dan ekonomi. Meskipun bukan satu-satunya faktor penyebab gangguan keamanan, kondisi pengangguran dapat menjadi salah satu persoalan sosial yang perlu mendapat perhatian bersama.
Oleh karena itu, program peningkatan kompetensi kejuruan tersebut tidak hanya diharapkan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari langkah preventif dalam menciptakan lingkungan sosial yang produktif, aman, dan kondusif.
Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Luwu dan Polres Luwu, pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan tenaga kerja lokal yang memiliki keterampilan, sertifikasi kompetensi, serta kesadaran keselamatan kerja demi mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Luwu.







































































