Kapolres Selayar Cek Sumur Bor di Bontomatene, Pastikan Ketersediaan Air Bersih Untuk Warga di Musim Kemarau

KEPULAUAN SELAYAR – Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan, S.I.K., S.H., M.Tr.Mil., meninjau langsung pembangunan sumur bor di Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar, Selasa (15/9/2026).

Peninjauan dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat di tengah kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang.

Didampingi sejumlah pejabat utama Polres Kepulauan Selayar, Kapolres terlebih dahulu meninjau pembangunan sumur bor di Dusun Tonjo, Desa Kayu Bauk. Saat peninjauan, proses pengeboran telah mencapai kedalaman sekitar 90 meter dan masih terus dikerjakan.

Selanjutnya, rombongan bergerak menuju Dusun Kalaroi, Desa Tamalanrea. Di lokasi tersebut, Kapolres meninjau sumur bor yang telah mencapai kedalaman sekitar 98 meter dan memasuki tahap penambahan pipa untuk mendukung distribusi air kepada masyarakat.

Pembangunan kedua sumur bor tersebut merupakan hasil kerja sama Polres Kepulauan Selayar dengan Pemerintah Kecamatan Bontomatene serta Pemerintah Desa Kayu Bauk dan Desa Tamalanrea. Program ini juga merupakan tindak lanjut arahan Kapolda Sulawesi Selatan kepada jajaran untuk mengambil langkah konkret dalam membantu masyarakat menghadapi keterbatasan air bersih selama musim kemarau.

Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan, S.I.K., S.H., M.Tr.Mil., mengatakan keberadaan sumur bor tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

“Kami berharap pembangunan sumur ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Ini merupakan langkah konkret Polres Kepulauan Selayar bersama pemerintah kecamatan dan pemerintah desa untuk memastikan ketersediaan air bersih di tengah kemarau yang panjang,” ujar AKBP Didid Imawan.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan sumur bor di wilayah Kepulauan Selayar memiliki tantangan tersendiri. Kondisi geografis daerah yang merupakan wilayah kepulauan dengan karakteristik lapisan tanah dan batuan yang beragam membuat proses pengeboran tidak selalu berjalan cepat.

Sejumlah lapisan batu keras, batu dasar maupun batu kapur yang cukup tebal dapat memperlambat proses pengeboran hingga mencapai sumber air yang diharapkan.

Peninjauan tersebut turut dihadiri Camat Bontomatene A. Rusmin, S.Sos., M.M., Kapolsek Bontomatene AKP Arif Rahman, S.E., Kasat Reskrim IPTU Dr. Sukarman, S.H., M.H., Kasat Intelkam IPTU Agus Indrawan, serta Kepala Desa Tamalanrea Awaluddin, S.T., dan Kepala Desa Kayu Bauk Rizal Anshari, S.T. Serta Sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat Kecamatan Bontomatene.

(Humas Polres)

Exit mobile version