LUWU – Polres Luwu terus mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Luwu dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Wakapolres Luwu Kompol Misbahuddin, S.H., yang mewakili Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo, S.H., S.I.K., M.Si., dalam Apel Siaga Bersama dan Pengesahan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Kabupaten Luwu, Minggu (20/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Desa Kadundung, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, tersebut diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu dan diikuti berbagai unsur terkait, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, relawan, organisasi kemanusiaan hingga masyarakat.
Wakapolres Luwu hadir mewakili Kapolres Luwu karena pada waktu yang bersamaan Kapolres Luwu memiliki agenda kedinasan lainnya yang tidak dapat ditinggalkan. Kehadiran Wakapolres sekaligus menjadi bentuk dukungan Polres Luwu terhadap program pemerintah daerah dalam memperkuat kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat menghadapi potensi bencana.
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolres Luwu menyampaikan pesan Kapolres Luwu yang menekankan pentingnya sinergitas seluruh pihak dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
“Penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun satu instansi tertentu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, diperlukan sinergitas dan kesiapsiagaan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, TNI-Polri, BPBD, relawan hingga masyarakat,” ujar Kapolres Luwu yang disampaikan Wakapolres Luwu.
Menurutnya, kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini dengan memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengenali potensi ancaman bencana, memahami langkah mitigasi, serta mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat.
“Pengesahan Desa Tangguh Bencana diharapkan tidak hanya menjadi sebuah simbol, tetapi benar-benar mampu meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat dalam menghadapi bencana. Dengan kesiapan sejak dini dan koordinasi yang baik, kita dapat meminimalkan risiko serta dampak yang ditimbulkan, terutama terhadap keselamatan masyarakat,” lanjutnya.
Apel siaga yang dilaksanakan dalam kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta unsur relawan dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Kabupaten Luwu.
Sementara itu, pengesahan Desa Tangguh Bencana menjadi salah satu langkah dalam meningkatkan kapasitas desa untuk mengenali risiko bencana, melakukan upaya pencegahan dan mitigasi, serta membangun kemampuan masyarakat agar dapat merespons situasi darurat secara cepat dan tepat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Luwu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Luwu, unsur Forkopimda, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Luwu, perwakilan PMI Kabupaten Luwu, perwakilan Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Luwu, para kepala OPD Pemerintah Kabupaten Luwu, para camat, kepala desa/lurah penerima pengesahan DESTANA, tim relawan siaga bencana, serta masyarakat setempat.
Sinergitas lintas sektor menjadi bagian penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang terpadu. Melalui kesiapan personel, sarana pendukung, relawan serta masyarakat yang memiliki pengetahuan dan kesadaran terhadap risiko bencana, diharapkan penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat, terkoordinasi dan mengutamakan keselamatan masyarakat.
Polres Luwu akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder terkait sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan serta memberikan perlindungan kepada masyarakat, termasuk dalam menghadapi kondisi darurat yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat kesiapsiagaan masyarakat serta membangun semangat gotong royong dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Kabupaten Luwu.







































































