MAROS – Satuan Reserse Narkoba Polres Maros secara tegas membantah isu miring terkait adanya praktik “tangkap lepas” terhadap pelaku penyalahgunaan narkotika. Isu yang beredar menyebutkan bahwa oknum polisi melepaskan terduga pelaku setelah menerima uang sebesar Rp75 juta.
Kasat Resnarkoba Polres Maros menyatakan bahwa informasi tersebut tidak berdasar. Berdasarkan penelusuran internal, pihaknya mengklaim tidak menemukan adanya perkara atau identitas tersangka yang dimaksud dalam isu yang beredar tersebut.
”Kami sudah melakukan pengecekan data laporan polisi dan administrasi penyidikan. Hasilnya, tidak ada perkara narkoba dengan kronologi baik tersangka, maupun nominal uang sebagaimana yang diisukan, anggota atas nama tercatut menerima uang juga tidak ada di personel kami . Kami tegaskan itu tidak benar,” ujar Kasat Narkoba IPTU Asri Arif, Sabtu (18/4/2026).
Seluruh penanganan kasus narkoba di Polres Maros diklaim telah melalui prosedur formal, mulai dari gelar perkara hingga pelimpahan ke kejaksaan.Tidak ada catatan penangkapan yang sesuai dengan detail yang dituduhkan dalam periode waktu tersebut.
”Kami tetap fokus bekerja. Jika ada anggota yang bermain, silakan laporkan dengan bukti yang jelas ke Propam. Namun, untuk isu yang ini, kami pastikan tidak ada perkara yang dimaksud,” tutupnya.
Terkait adanya pelaku yang tidak ditahan di sel mapolres, Kasat Narkoba Iptu Asri Arip yang baru menjabat seminggu ini menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari penerapan Restorative Justice bagi penyalahguna narkotika yang memenuhi kriteria tertentu.
Penanganan tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk proses asesmen terpadu.
“Pelaku yang dikategorikan sebagai pecandu atau korban penyalahgunaan (bukan pengedar/bandar) diarahkan untuk menjalani rehabilitasi. Keputusan rehabilitasi diambil berdasarkan rekomendasi tim asesmen terpadu yang melibatkan pihak medis dan hukum dari BNN yang sesuai UU Narkotika.
Langkah ini merujuk pada UU No. 35 Tahun 2009 yang mengamanatkan rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika tertentu guna memutus rantai ketergantungan.
Polres Maros kembali mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai spekulasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Pihaknya menyatakan tetap berkomitmen penuh dalam memberantas peredaran gelap narkoba di wilayah hukum Maros tanpa pandang bulu.






































































