MAROS – Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Maros berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Kabupaten Maros. Pelaku diketahui memanfaatkan jasa ekspedisi di salah satu terminal kargo kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin untuk mengirim barang haram tersebut.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang terduga pengedar beserta barang bukti paket narkotika yang siap dikirim ke luar daerah.
Penangkapan ini bermula dari adanya laporan kecurigaan terkait paket kiriman di salah satu kantor ekspedisi bandara. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Maros melakukan penyelidikan mendalam dan melakukan controlled delivery.
AR alias R (33) warga kota Makassar ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan pada Sabtu (9/5), pelaku kemudian dibawa ke Markas Satuan Reserse Narkoba Polres Maros untuk diperiksa lebih lanjut.
”Kami berhasil mengamankan terduga pelaku di rumahnya di kota Makassar. Modusnya adalah mengemas narkotika sedemikian rupa agar tidak terdeteksi pada pemeriksaan di bandara kemudian dikirim melalui ekspedisi,” ujar Kasat Resnarkoba Polres Maros IPTU Asri Arif S.H, Rabu (13/5/2026).
Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti, di antaranya 1 (satu) saset Narkotika sabu sebanyak 11 Gram.
Kasat Narkoba Polres Maros Iptu Asri Arif menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku peredaran narkotika, terutama yang mencoba memanfaatkan jalur vital seperti bandara.
”Pintu-pintu masuk dan keluar melalui jasa ekspedisi akan kami perketat pengawasannya. Kami berkoordinasi erat dengan pihak otoritas bandara dan jasa pengiriman untuk memutus rantai peredaran ini,” tegasnya.
Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Maros untuk proses penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara di atas 5 tahun hingga maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.
Polisi kini tengah melakukan pengembangan untuk mengejar jaringan atau bandar besar yang berada di balik aksi pengiriman lewat ekspedisi ini.






































































